Durian Monthong - Durian Komersial
Senin, 05 Oktober 2009 11:38    PDF Cetak Email

This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it Durian ini pertama kali diperkenalkan sebagai durian unggul nasional pada tahun 1987, tepatnya melalui SK Menteri Pertanian No. 9/kpts/TP/240/1/1987 pada tanggal 14 Januari 1987 tertanda Menteri Pertanian Ir. Achmad Affandi. Dan berubah menjadi Durian Varietas OTONG dg asal Introduksi Thailand.

Sebelum ditetapkan sebagai durian Unggul Nasional, telah menjadi koleksi Kebun Percobaan Cipaku sejak tahun 1976. Baru pada tahun 1983 mulai dikebunkan secara komersial di daerah Leuwiliang Bogor oleh Bapak Sugito(Kepala Kebun percobaan Cipaku pada saat itu) dan berhasil baik tanpa adanya mutasi negatip malah berubah menjadi lebih baik karena rasa dan warna daging buah lebih baik daripada induk utamanya yang di Thailand.

Dengan adanya keberhasilan ini maka mulai dikebunkan secara luas oleh para pekebun di Cianjur, Serang, Lampung, Mojokerto,Kediri,Boyolali,Sukabumi, Kendal, dan beberapa daerah kalimantan,Sulawesi serta Irian.

Durian Monthong cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan tidak mengalami mutasi negatip, hal inilah yang menjadi salah satu keunggulan dari varietas unggul nasional lainnya. Berbuah pada usia tanam mulai umur 3,5 tahun dan produksi optimal mulai usia 5 tahun up. Struktur tanaman membentuk kerucut ke bawah, Bentuk buah besar dg duri besar, kulit tebal, daging buah besar tebal, rasa legit manis, biji kecil sedang serta harga jual yang tinggi dibandingan dengan durian varietas lain. Mengenai tekstur daging buah agak kering kebasahan, tergantung areal penanaman. Jarak tanam idealnya 10x10m dengan populasi per Ha 100 pohon(untuk detailnya ada pada Tip sederhana budidaya durian).

Periode mulai tahun 1995 banyak pekebun yang mulai merasakan hasil yang menguntungkan dari penanaman Durian Monthong, karena selain sifatnya yang genjah dan mudah adaptasi juga karena pengaruh Brand nama Monthong sudah menjadi trend dalam masyarakat melalui impor yang cukup besar dari Tahiland yang dijual di Supermarket maupun di Los-los penjual buah.

Namun karena pengetahuan maupun teknologi pertanian yang dimiliki para pekebun kita yang kurang cukup memadai, banyak yang mengalami kendala dalam budidayanya. Kadang - kadang mereka cukup puas dengan hasil panen pertama, kedua , ketiga, selebihnya mereka kurang memperhatikan nutrisi makanan dan perawataannya, padahal durian ini sangat membutuhkan perawatan yang cukup intensip serta nutrisi makanan yang cukup dan berkesinambungan. Hal inilah yang menyebabkan mengapa kita selalu mengimpor buah durian yang cukuo besar dari Thailand dan Malaysia. Selain itu para pekebun kita kurang dalam orientasi target produksi dan pemasaran.

Untuk mencapai target produksi yang maksimal harus mempunyai Sisitem Operasional Perawatan/SOP dan dukungan team work yang profesional serta menjalin jaringan pemasaran.

Demikianlah catatan sederhana ini saya sampaikan, mudah - mudahan menjadi referensi mengenai prospek agrobisnis khususnya durian. Catatan ini masih jauh dari sempurna, maka kami mohon saran dan kritiknya guna perbaikan dan penyempurnaannya dalam rangka menuju budidaya durian yang Ideal. Go................Green.

( Win Ajie – Citra Karya Tani,   Pengembang tanaman buah unggul, agroforestry, tropical fruits, tanaman hias. konsultan pertanian global, team labservice seameo biotrop.)