| Petani Tambak Teupin Pukat Butuh Modal | ||||
|
|
ACEH TIMUR, - Petani tambak yang selama ini membudidayakan ikan bandeng sebagai pengganti budidaya udang windu di kawasan Gampong Teupin Pukat, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, sangat membutuhkan bantuan modal usaha dari dinas terkait. Tanpa bantuan modal, hasil tambak yang diperoleh lebih sedikit. “Setelah kami sempat bangkrut dengan budidaya udang karena diserang peyakit beberapa tahun lalu, kini kami lebih cenderung membudidayakan ikan bandeng sebagai pengganti udang windu, meski hasil yang kami peroleh jauh lebih kurang dari hasil budidaya udang. Dan resikonya pun tidak terlalu tinggi,” ujar Saiful Syam, salah seorang petani tambak bandeng di sana, Minggu (18/10). Menurut Saiful, budidaya ikan bandeng selama ini dilakoni dengan cara tradisional. Artinya, penebaran nener (bibit) relatif sedikit dan tidak sesuai dengan luas tambak. Hal ini dikarenakan keterbatasan modal petani untuk pembelian bibit serta pakan ikan. “Jika kita tebar banyak ke tambak sudah tentu ikan bandeng saat umur dua bulan terpaksa kita harus beri pakan buatan, tapi kalau penebaran nener sedikit, selama ini kita upayakan pertumbuhan pakan alami dari dasar tambak sampai ikan tiba masa panen,” ungkapnya. Saiful menambahkan, keterbatasan modal para petani saat ini menjadi kendala utama, sehingga pemeliharaan terpaksa dilakukan secara tradisional. Ditambah masa panen pun mencapai lima sampai enam bulan dengan penghasilan pas-pasan. Untuk tambak seluas 1,5 hektare, sambung dia, petani hanya menebar bibit bandeng sekitar 4.000 ekor. Saat panen hanya didapati ikan lebih kurang satu ton dengan harga jual Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilonya. “Seandaianya pemerintah dapat membantu bantuan modal tambak seukuran 1,5 hektare, maka produksi panen mencapai 1,5 sampai 2 ton, dan masa panen bisa dipercepat dengan pemberian pakan buatan,” timpalnya. Untuk itu, petani tambak di Desa Teupin Pukat Bagok sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah melalui dinas terkait, supaya dapat membantu modal pemeliharan, sebab sektor perikanan yang didukung sumber daya alam perlu ditingkatkan. Diharapkan jangan padi saja yang bisa panen raya. “Bupati sekali-kali panen ikan juga dong, ikan juga merupakan lauk yang sangat dibutuhkan untuk menambah nutrisi kebutuhan tubuh manusia,” demikian Saiful.( serambinews) |




