| Tidak Miliki Jaringan, Program Internet Desa Kandas | ||||
|
|
RIAU, - Impian masyarakat desa se-Riau mendapatkan layanan internet dengan memaksimalkan teknologi informasi hingga ke pelosok pedesaan melalui layanan e-economy dan e-health berkemungkinan besar tidak bisa dilaksanakan di Riau. Rencana Departemen Kominfo RI yang akan menerapkannya tahun 2009-2010, dapat dipastikan belum bisa terwujudkan. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (Bapemasbangdes) Riau H M Wardan mengatakan, belum ada koordinasi dengan pemerintah daerah mengenai internet masuk desa ini. Seharusnya, sejak tahun 2008 sudah ada koordinasi dengan Bapemasbangdes, tentang pelaksanaannya. Hanya saja, kata dia, tidak adanya koordinasi inilah berkemungkinan besar tahun 2009-2010 layanan internet masuk desa tidak akan terealisasi di Riau. Namun demikian, bagi pihak swasta yang ingin menyediakan layanan internet masuk desa, sambungnya, Bapemasbangdes bersedia menjadi fasilitatornya. Rencana Menkominfo Muhammad Nuh pada 2008 lalu, menurut dia memang sangat bagus diterapkan. Namun lanjutnya, dukungan prasarana untuk internet masuk desa dari Depkominfo tidak kunjung direalisasikan. ‘’Layanan internet masuk desa harus didukung pembangunan sistem universal service obligation (USO). Selain digunakan untuk layanan telepon, USO juga digunakan untuk akses internet dengan kapasitas 64 kbps. Sistem akan terkoneksi antar daerah di seluruh Indonesia hingga ke pelosok-pelosok. Tapi, perangkat ini yang belum masuk ke seluruh desa, di Riau,’’ ungkapnya kepada wartawan, akhir pekan lalu di Kantor Gubernur Riau. Pemerintah pusat melalui Depkominfo bila ingin merealisasikan internet masuk desa, ujarnya, sudah melakukan pendataannya dengan pemerintah daerah pada 2009 ini. Tapi, tidak dilakukan. Artinya, koordinasi yang tidak ada selama ini dipastikan menghambat internet masuk desa. ‘’Koordinasi daerah dan pusat tidak dilakukan. Jadi, belum dapat saya jelaskan tentang internet masuk desa ini,’’ ucapnya.(riaupos)
|




