Tahun 2010, Bumdes Kab Bantaeng - Sulsel menjadi penggerak ekonomi desa
Sabtu, 24 Oktober 2009 07:03    PDF Cetak Email
BANTAENG,  – Personil pengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dari 46 desa di seluruh kecamatan se Kabupaten Bantaeng kini mulai dilatih. Tahap awal pelatihan dilakukan terhadap bendaharawan Bumdes.

Pelatihan yang dilakukan bekerjasama Acces AusAID tersebut dilangsungkan di Hotel Ahriani, Bantaeng, Rabu (7/10). Pelatihan yang dibuka Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah tersebut akan berlangsung hingga 10 Oktober 2009.

Bupati mengaku bangga dengan persiapan yang dilakukan terhadap rencana pelaksanaan Bumdes. Ia berharap, 2010 Bumdes sudah bisa jalan dan menjadi lokomotif penggerak ekonomi desa.
 
Tidak Miliki Jaringan, Program Internet Desa Kandas
Rabu, 21 Oktober 2009 07:44    PDF Cetak Email

RIAU, - Impian masyarakat desa se-Riau mendapatkan layanan internet dengan memaksimalkan teknologi informasi hingga ke pelosok pedesaan melalui layanan e-economy dan e-health berkemungkinan besar tidak bisa dilaksanakan di Riau. Rencana Departemen Kominfo RI yang akan menerapkannya tahun 2009-2010, dapat dipastikan belum bisa terwujudkan.

 
Warga Tiga Desa Ngamuk, Serbu Kantor Camat
Rabu, 21 Oktober 2009 07:30    PDF Cetak Email

LAMONGAN, - Ratusan warga dari tiga desa, yakni Desa Sumberagung, Balungtawun dan Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/10), berunjuk rasa ke kantor Kecamatan Sukodadi. Mereka memrotes pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) yang belum terealisasi.

 
1.724 Desa Dapat Bantuan Pembangunan Infrastruktur
Rabu, 21 Oktober 2009 07:29    PDF Cetak Email

JAKARTA--Departemen Pekerjaan Umum (Departemen PU) bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) meluncurkan program Rural Infrastructure Support PNMP Mandiri (RIS PNPM Mandiri) senilai Rp 431 miliar. RIS PNPM Mandiri merupakan program penguatan dari Program Peningkatan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) yang telah ada sejak tahun 2005.

 
Petani Tambak Teupin Pukat Butuh Modal
Rabu, 21 Oktober 2009 07:28    PDF Cetak Email

ACEH TIMUR,  - Petani tambak yang selama ini membudidayakan ikan bandeng sebagai pengganti budidaya udang windu di kawasan Gampong Teupin Pukat, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, sangat membutuhkan bantuan modal usaha dari dinas terkait. Tanpa bantuan modal, hasil tambak yang diperoleh lebih sedikit. “Setelah kami sempat bangkrut dengan budidaya udang karena diserang peyakit beberapa tahun lalu, kini kami lebih cenderung membudidayakan ikan bandeng sebagai pengganti udang windu, meski hasil yang kami peroleh jauh lebih kurang dari hasil budidaya udang. Dan resikonya pun tidak terlalu tinggi,” ujar Saiful Syam, salah seorang petani tambak bandeng di sana, Minggu (18/10).

 
  • «
  •  Mulai 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Halaman 1 dari 60